Senin, 10 November 2014

BOBROKNYA ETIKA DAN MORAL GENERASI MUDA



BOBROKNYA ETIKA DAN MORAL GENERASI MUDA

Istilah ‘cabe-cabean’ mungkin tidak asing lagi terdengar di telinga kita, terutama di kalangan generasi muda dewasa ini. Istilah ini merupakan suatu identitas yang menggambarkan sekelompok anak gadis yang menjadi taruhan dalam suatu komunitas balapan motor liar, dan siapapun sebagai pemenang balap liar bisa mengencani si gadis ‘cabe-cabean’ ini. Istilah ini muncul seiring dengan perkembangan pergaulan di kalangan generasi muda. Kelakuan anak muda yang seperti ini merupakan salah satu contoh nyata akibat pergaulan bebas generasi muda saat ini.
Pergaulan generasi muda dewasa ini dapat dikatakan sudah melampaui batas dan bersifat keterlaluan. Sudah bukan hal yang asing lagi, budaya yang lahir dari generasi muda yang sekarang adalah budaya dugem, budaya balapan motor liar, penyalahgunaan narkoba, bahkan seks bebas saat ini sudah menjadi tren di kalangan generasi muda. Inilah yang disebut dengan kebobrokan etika dan moral anak bangsa. Pengaruh liberalisme, pengaruh budaya asing, serta pengaruh lingkungan pergaulan sangat kuat merasuki generasi muda sehingga tidak dapat dipungkiri lagi pergaulan anak muda masa kini merupakan pergaulan bebas yang sulit untuk dibendung.
Memang, dewasa ini pergaulan generasi muda sangat sulit untuk dibatasi, terutama diakibatkan oleh perkembangan teknologi yakni media komunikasi dan informasi. Terbukti sudah banyak terdapat kasus-kasus yang menyeret kalangan generasi muda yang diakibatkan karena pengaruh media komunikasi dan informasi tersebut. Selain itu juga banyak kasus kriminalitas yang melibatkan remaja dan anak-anak sebagai pelaku kejahatan.
Generasi muda yang masih berada dalam tahap pendewasaan memang memiliki rasa ingin tahu dan ego yang tinggi. Namun hal ini haruslah dikendalikan agar generasi muda tidak semakin terjerumus dalam pergaulan bebas. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas generasi muda ke depannya, baik keluarga, masyarakat maupun institusi pendidikan seharusnya memiliki suatu aturan dan kebijakan yang tegas dalam menjaga serta mendidik generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang bermoral serta beretika.
Terlepas dari hal tersebut, kita juga sebagai generasi muda seharusnya mampu mengendalikan rasa ingin tahu dan ego yang tumbuh akibat pendewasaan dengan melakukan suatu hal yang lebih bermanfaat bagi masa depan kita dan masa depan bangsa. Karena sesungguhnya generasi muda yang bobrok bukan lahir dan disebabkan oleh generasi muda itu sendiri, melainkan karena pengaruh lingkungan, minimnya teladan dan pembinaan, serta kurang adanya dukungan dan apresiasi terhadap bakat dan minat generasi muda, sehingga pergaulan bebas menjadi salah satu pilihan untuk dapat keluar dari masalah bakat dan minat yang tidak tersalurkan yang dihadapi sebagian besar kalangan generasi muda.


Wayan Yulia Swadevi
Mahasiswa Hubungan Internasional
Universitas Udayana

Wayan Yulia Swadevi.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar