BOBROKNYA ETIKA DAN MORAL GENERASI MUDA
Istilah
‘cabe-cabean’ mungkin tidak asing lagi terdengar di telinga kita, terutama di
kalangan generasi muda dewasa ini. Istilah ini merupakan suatu identitas yang
menggambarkan sekelompok anak gadis yang menjadi taruhan dalam suatu komunitas
balapan motor liar, dan siapapun sebagai pemenang balap liar bisa mengencani si
gadis ‘cabe-cabean’ ini. Istilah ini muncul seiring dengan perkembangan pergaulan
di kalangan generasi muda. Kelakuan anak muda yang seperti ini merupakan salah
satu contoh nyata akibat pergaulan bebas generasi muda saat ini.
Pergaulan
generasi muda dewasa ini dapat dikatakan sudah melampaui batas dan bersifat keterlaluan.
Sudah bukan hal yang asing lagi, budaya yang lahir dari generasi muda yang sekarang
adalah budaya dugem, budaya balapan motor liar, penyalahgunaan narkoba, bahkan seks
bebas saat ini sudah menjadi tren di kalangan generasi muda. Inilah yang
disebut dengan kebobrokan etika dan moral anak bangsa. Pengaruh liberalisme, pengaruh
budaya asing, serta pengaruh lingkungan pergaulan sangat kuat merasuki generasi
muda sehingga tidak dapat dipungkiri lagi pergaulan anak muda masa kini
merupakan pergaulan bebas yang sulit untuk dibendung.
Memang,
dewasa ini pergaulan generasi muda sangat sulit untuk dibatasi, terutama
diakibatkan oleh perkembangan teknologi yakni media komunikasi dan informasi. Terbukti
sudah banyak terdapat kasus-kasus yang menyeret kalangan generasi muda yang
diakibatkan karena pengaruh media komunikasi dan informasi tersebut. Selain itu
juga banyak kasus kriminalitas yang melibatkan remaja dan anak-anak sebagai
pelaku kejahatan.
Generasi
muda yang masih berada dalam tahap pendewasaan memang memiliki rasa ingin tahu
dan ego yang tinggi. Namun hal ini haruslah dikendalikan agar generasi muda
tidak semakin terjerumus dalam pergaulan bebas. Pihak-pihak yang bertanggung
jawab atas generasi muda ke depannya, baik keluarga, masyarakat maupun
institusi pendidikan seharusnya memiliki suatu aturan dan kebijakan yang tegas
dalam menjaga serta mendidik generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang
bermoral serta beretika.
Terlepas
dari hal tersebut, kita juga sebagai generasi muda seharusnya mampu
mengendalikan rasa ingin tahu dan ego yang tumbuh akibat pendewasaan dengan
melakukan suatu hal yang lebih bermanfaat bagi masa depan kita dan masa depan
bangsa. Karena sesungguhnya generasi muda yang bobrok bukan lahir dan disebabkan
oleh generasi muda itu sendiri, melainkan karena pengaruh lingkungan, minimnya
teladan dan pembinaan, serta kurang adanya dukungan dan apresiasi terhadap
bakat dan minat generasi muda, sehingga pergaulan bebas menjadi salah satu
pilihan untuk dapat keluar dari masalah bakat dan minat yang tidak tersalurkan yang
dihadapi sebagian besar kalangan generasi muda.
Wayan
Yulia Swadevi
Mahasiswa
Hubungan Internasional
Universitas
Udayana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar